KRONOLOGI KRISIS MONETER TAHUN 1997 (BAG 4)

 PRESIDEN SOEHARTO AKHIRNYA TUNDUK SAMA IMF

Seperti dibahas di artikel sebelumnya, di masa krisis ekonomi ini Presiden Soeharto mengajukan APBN yang tidak realistis sehingga membuat IMF kecewa. Melihat kondisi yang semakin tak menentu ini, satu-satunya harapan Indonesia untuk mengatasi krisis hanya mengharapkan bantuan dari IMF. Harapannya, bantuan IMF ini dapat membantu memulihkan Indonesia dari krisis moneter yang semakin parah ini. Maka, pada tanggal 15 Januari 1998, Presiden Soeharto menandatangani Nota Kesepakatan Kebijaksanaan Ekonomi dan Keuangan (MEEP) dengan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Michel Camdessus, di jalan Cendana, Jakarta Pusat. Dalam kesepakatan itu, terkandung 50 butir pernyataan yang harus dijalankan Pemerintah lndonesia yang meliputi bidang fiskal, bidang moneter, sektor perbankan, dan reformasi struktural.

BACA DULU : KRONOLOGI KRISIS MONETER TAHUN 1997 (BAG 3)

 Berikut ini adalah beberapa poin penting tentang reformasi di berbagai bidang tersebut:

 Bidang Fiskal

1. Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) direvisi. Antara lain, defisit anggaran ditekan menjadi sekitar 1% dari produk domestik bruto. Dana investasi dan reboisasi yang semula merupakan anggaran non budgeten (non anggaran) juga akan dimasukkan ke RAPBN 1998/99.

2. Pengendalian inflasi sekitar 20%.

3. Menghapus subsidi bahan bakar minyak dan listrik. Untuk kenaikan bahan bakar minyak tanah dan solar, diusahakan agar tidak memberatkan rakyat.

4. Meningkatkan pajak alkohol dan tembakau, sehingga bisa menaikkan pendapatan sebesar 80% dari alkohol dan 10% dari tembakau. Bahan bakar gas akan dikenai pajak penjualan 5% dan pajak barang mewah juga ditingkatkan.

5. Menunda 12 proyek infrastruktur.

6. Tidak memberikan fasiIitas bea cukai dan kredit bagi proyek mobil nasional.

7. Dukungan anggaran dan non-anggaran kepada proyek Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) dihentikan. Pendanaan proyek N-2130 dibuka untuk investasi asing dan perbankan.

8. Mencabut pembebasan pajak pertambahan nilai bagi perusahaan listrik swasta, perusahaan taksi, gula, kacang kedelai, peralatan mesin.

 

Terpaksa Presiden Soeharto harus 'manut' sama IMF.

Bidang Moneter

1. Bank Indonesia (BI) akan membatasi pertumbuhan uang yang beredar sampai 16%

2. BI akan diberi otonomi dalam memformulasikan dan mengimplementasikan kebijaksanaan moneter. BI juga berwenang membuat tingkat bunga, termasuk menaikkan suku bunga sertifikat BI (SBI).

 Sektor Perbankan

1. Bank pembangunan daerah ditempatkan di bawah supervisi bank sentral.

2. Batas pemilikan swasta pada bank-bank pemerintah akan dihapuskan.

3. Memperketat peraturan perbankan, antara lain rasio kecukupan modal (CAR) dan persyaratan modal minimum akan dinaikkan.

4. Merevisi peraturan perbankan dan bank sentral, peraturan likuidasi, yang akan dibakukan.

5. Setiap bank harus mempublikasikan neraca keuangan yang sudah diaudit setiap tahun.

6. Menghapus pembatasan jumlah cabang bank-bank asing.

7. Mengurangi pembatasan pemilikan asing dalam bank-bank sudah masuk bursa. Rancangan peraturannya akan diajukan ke DPR.

8. Mengurangi pembatasan penyaluran kredit perbankan, terutama untuk koperasi dan pengusaha kecil.

 Reformasi Struktural

1. Monopoli Badan Urusan Logistik (Bulog) atas gandum, tepung terigu. dan bawang putih dlhapuskan.

2. Importir boleh menjual langsung ke pasar.

3. Mengurangi tarif impor sebesar 5% untuk produk kimia dan baja. Tarif makanan pertanian dan non-pertanian juga dikurangi sampai maksimal 5%.

4. Pajak ekspor kayu gelondongan, kayu gergajian, rotan, dan mineral akan dipotong hingga maksimum 10%.

5. Pembatasan ekspor, seperti kuota, akan dihapuskan, kecuali karena alasan keamanan dan kesehatan.

6. Terhitung 1 Februari 1998, pemerintah daerah dilarang membuat pembatasan perdagangan antar provinsi.

7. Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh (BPPC) akan dihapus.

8. Sebanyak 12 BUMN akan masuk bursa. Pemerintah akan menjadi pemegang saham minoritas, setelah menjual sebagian sahamnya ke swasta.

9. Pemerintah akan memperkenalkan program kerja bernuansa kemasyarakatan yang melibatkan orang-orang berpenghasilan rendah pedesaan dan perkotaan.

 (BERSAMBUNG)

 Dapatkan berbagai buku bekas berkualitas di www.mocobuku.store mulai dari komik, novel, buku sastra, sejarah buku politik dan masih banyak lagi.

BACA SELANJUTNYA : KRONOLOGI KRISIS MONETER TAHUN 1997 (BAG 4)

Leave a Comment

No comments:

Powered by Blogger.